Copyright © it's about life
Design by Dzignine
Sabtu, 25 Februari 2017

Sebuah Catatan dalam Melupakan

Rasanya sudah puluhan kali aku mencoba memejamkan mata. Posisi tidurku juga selalu bergerak setiap menit. Tapi aku belum juga terlelap. Padahal di suasana seperti ini biasanya sangat nyaman untuk tertidur. Diluar sedang hujan deras, anginnya kencang masuk melalui celah celah ventilasi di kamarku. Merupakan suasana yang sangat nyaman untuk tidur. Tapi pikiranku rasanya tidak mau berdamai dengan keinginanku. Aku terus saja memikirkan kamu yang sudah berhasil kulupakan beberapa bulan ini.

Pikiranku bernostalgia ketika saat pertama kali aku bertemu denganmu. Disebuah ruangan penuh bangku yang membosankan. Tiba-tiba kamu datang dengan segerombolan temanmu. Perhatianku langsung tertuju pada rombonganmu, karena kalian memang berbeda dengan orang-orang yang duduk dalam ruangan itu. Tapi mataku langsung tertuju padamu. Aku tak tahu tiba-tiba aku jadi senang memperhatikanmu selama di ruangan itu. Dan itu selalu kulakukan setiap kali kita berada di ruang yang sama. Pertemuan denganmu menjadi selalu kunantikan, ruangan yang tadinya kuanggap membosankan menjadi sangat kurindukan. Karena aku tahu kamu akan datang pula di ruang itu. Dan yang selalu kulakukan adalah memperhatikanmu.

Aku jadi sering memperhatikanmu diluar pertemuan kita di ruang itu. Karena kita memang beraktivitas di gedung yang sama. Maka dimanapun mataku menemukan sosokmu aku akan langsung memperhatikanmu. Kecuali jika secara tak sengaja mata kita berpapasan. Aku akan langsung buang muka dengan jantung berdebar yang tiada henti. Saat itu mungkin aku tak sadar bahwa aku mulai menyukaimu.

Rasanya melihatmu tersenyum dan baik-baik saja sudah cukup bagiku. Aku tidak berusaha mengenalmu. Bahkan namamu saja baru kutahu setahun setelah aku sering memperhatikanmu di ruang itu. Kemudian keadaan membuat kita tidak lagi berada di ruang yang sama. Tapi aku masih beruntung, aku masih sering melihatmu.Itu sudah cukup bagiku pada saat itu.

Kemudian apa kamu tahu, aku selalu datang di warung perempatan jalan setiap hari Selasa? Karena aku tahu kamu akan makan di tempat tersebut setiap hari Selasa. Aku selalu berusaha mencuri pandangan ke arahmu. Kalau kebetulan kamu duduk di meja depanku maka aku akan cukup senang. Aku tidak perlu pura-pura menengok hanya untuk melihatmu. Walaupun pandanganku tertutup oleh teman-temanku aku cukup senang bisa melihatmu diantara celahnya.

Aku tidak sadar bahwa aku menyembunyikan perasaanku kepadamu terlalu lama. Sampai suatu saat temanku bertanya "Reina, kenapa kamu tidak pernah berhasil dengan laki-laki yang mencoba mendekatimu?" Aku hanya bisa tersenyum dan menjawab "Bukan jodoh", kemudian dia bertanya lagi "Siapa yang sebenarnya kamu suka, jujurlah pada kami, kami tahu kamu sedang menyukai seseorang". Aku hanya bisa mengelak tapi kedua temanku terus saja mendesakku dan menenangkanku bahwa aku harus berbagi daripada kamu selamanya menyembunyikannya. Aku menatap wajah kedua temanku, tanganku berkeringat dingin dan bergetar saat aku mau memberikan pengakuan. Saat aku berhasil menyebutkan namamu. Mereka menutup mulut, mereka sangat terkejut karena aku menyukaimu, seseorang yang tidak aku kenal, seseorang yang hanya pernah berbicara denganku dua kali, seseorang yang aku tak yakin dia mengingat namaku.
"Sudah, sejak kapan Reina". Aku menggeleng, "aku tak tahu, aku mulai memperhatikannya sejak kita disini". Citra yang sejak tadi tidak berhenti terbelalak, kemudian berteriak "Itu sudah 2 tahun lalu". Aku mengangguk menyetujui perkataannya.

Aku tersenyum teringat pengakuanku kepada mereka 2,5 tahun lalu. Berarti ini adalah tahun kelima aku masih memikirkannya. Sebenarnya semenjak aku pindah dari kota itu, aku pikir aku telah melupakannya. Bertemu teman baru, aktivitas baru dan suasana baru. Tidak ada hal-hal yang bisa mengingatkanku padanya. Aku selalu menyibukkan diri, mengerjakan segala yang aku bisa dan aku mulai membuka hati. Bahkan ketika Citra menelpon bulan lalu, aku dengan mantap berkata aku telah melupakannya, tidak ada hal-hal lain yang mengingatkanku padanya.

Aku pikir aku memang sepenuhnnya telah melupakannya. Sampai sore tadi ketika aku sedang menunggu ojek yang akan menjemputku, aku memegang payungku karena hujan mulai turun, aku membuka handphone untuk sekedar menghilangkan kebosanan. Pandanganku kualihkan ke sekeliling jalan barangkali ojekku telah datang, kemudian aku menangkap sosokmu di seberang jalan. Berlari-lari kecil menghindari hujan, tersenyum kepada seseorang di dalam mobil kemudian kamu masuk mobil dan melesat pergi. Waktu seakan berhenti saat itu, jantungku berdegup kencang, sampai aku berpegangan pada batang pohon di sebelahku.

Aku tidak menyangka aku melihatmu disini. Aku kemudian mencari tahu kenapa kamu ada disini.Ternyata dari social mediamu kutemukan bahwa kamu sedang menemani pacarmu yang ada urusan di kota ini.Aku tersenyum, kamu memang lelaki yang setia. Itu juga yang menjadi alasanku untuk diam selama ini. Aku baru tahu kamu sudah punya seseorang yang kamu cintai 2 tahun setelah aku mencintaimu, dan ternyata kalian baru berpacaran 3 bulan waktu itu. Mungkin daripada pacarmu, aku telah mencintaimu terlebih dahulu. Tapi aku tahu aku sudah terlambat, dan kubiarkan saja perasaanku dalam persembunyianku.

Dengan harapan aku akan cepat melupakanmu. Tapi kenyataannya sampai sekarang masih ada ruang di hatiku untukmu. Aku tidak tahu kapan ini akan berakhir karena toh aku sudah berusaha mati-matian kamu masih saja mengisi ruangan itu. Tapi aku percaya "Tuhan pasti punya alasan kenapa ia membiarkan perasaan ini tumbuh selama ini" Entah untuk belajar mengikhlaskan atau untuk belajar menunggu.

*untuk yang sedang berjuang untuk melupakan : jangan memaksakan diri,

Sabtu, 21 Februari 2015
Now, what should I do??



Rabu, 11 Februari 2015

Senja

Aku selalu menyukai senja. Langitnya menawarkan keindahan yang berbeda di setiap goresnya. Kedatangan senja selalu kutunggu. Dan ia tidak pernah mengingkari penantianku. Senja selalu datang tepat waktu. Memberiku sapaan yang hangat dengan langitnya. Dan ia berhasil menyembuhkan rinduku padanya.

Aku menyukaimu seperti aku menyukai senja. Kedatanganmu juga selalu ku tunggu. Namun, kamu berbeda dengan senja. Kamu tidak pernah menyapaku seperti senja. Kamu juga tidak selalu datang disaat aku menantimu. Dan kamu tidak pernah berhasil menyembuhkan rinduku padamu.

Kedatangan dan ketidakdatanganmu selalu menambahkan hal yang sama pada diriku. Rindu. Karenamu rindu ini bertumpuk-tumpuk memenuhi seluruh ruangan di hatiku. Bahkan ia telah menghimpit seluruh dinding-dindingnya. Menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan pecah menjadi air mata.

Sembuhkan rinduku, sebelum ia menghancurkan hatiku.

Tak Sengaja Mendengarkan

"Aku tidak memaksamu untuk membalas cintaku dan mau bersamaku, tapi aku mohon bukalah hatimu, bukan hanya untuk aku, tapi untuk siapapun yang ingin masuk dalam hidupmu, berikan mereka kesempatan untuk sedikit saja masuk dalam hatimu. Jangan biarkan hatimu tertutup sedemikian lama hanya untuk orang yang bahkan tidak memberikan harapan kepadamu"


Kalimat tersebut mengalir lembut dari seorang lelaki yang berkata kepada wanita di depannya. Aku tak sengaja mendengar perkataan mereka, mungkin awalnya tak sengaja tapi kemudian sengaja mendengarkan. Yaah, manusia memang selalu ingin tahu urusan orang lain. Kemudian aku lihat wanita di depan lelaki itu hanya menangis, menunduk tak tahu harus berkata apa.

Mungkin mudah bagi orang lain untuk memintamu membuka hati. Tapi membuka hati tidak semudah membalikkan tangan bukan? itu butuh proses. Bukan proses melupakan, tapi melepaskan dan mengikhlaskan. Aku tahu, wanita itu pasti sudah pernah mencoba membuka hati, mungkin ratusan kali. Ia pasti merasa tertekan karena merasa menyakiti hati banyak orang. Tapi apa daya, ia mungkin baru berada dalam taraf melupakan, tetapi belum bisa melepaskan apalagi mengikhlaskan. Itulah yang membuat hatinya masih beku, masih terkunci oleh gembok ketidakpastian.

Tak sengaja aku menoleh lagi kepada mereka dan kemudian sengaja mengamati mereka. Wanita dengan jilbab merah dan mata sembab itu kemudian menghela napas panjang, mungkin mencoba melepaskan segala beban

"Aku minta maaf kepadamu dan kepada siapapun yang pernah mencoba datang dalam hatiku. Sungguh aku mohon maafkan aku atas segala penolakan yang aku lakukan. Bukannya aku tidak mau menerimamu atau siapapun itu, tapi aku tidak mau menyakiti hati seseorang hanya karena hatiku yang masih belum bisa mengikhlaskan seseorang yang lain. Aku tidak mau seakan aku memberikan harapan, dan kemudian aku menjatuhkannya. Jujur jauh dalam hatiku aku memang masih berharap untuk pada akhirnya aku dapat bersamanya, walaupun saat ini terlihat tidak mungkin.  Tuhan yang memberikan perasaan ini kepadaku dan aku yakin Dia punya alasan kenapa Ia masih mempertahankan perasaan ini tinggal dalam hatiku, walaupun sejuta kali aku meminta untuk menghilangkannya jika itu yang terbaik. Aku mohon pengertianmu, jika aku memang belum bisa membuka hati ini untukmu dan untuk siapapun. Aku yakin Tuhan yang akan membukakan hati ini, untuk seseorang yang tepat, bisa saja itu kamu atau siapapun, ini hanya masalah waktu. Tuhan masih punya alasan untuk mempertahankan perasaan ini ada dalam hatiku. Jadi, untuk yang terakhir kalinya aku mohon pengertianmu dan jangan paksa aku untuk membuka hati ini sekarang"

Dan aku tersenyum. Kemudian pergi meninggalkan mereka yang terjebak dalam keheningan...
Kamis, 17 Juli 2014

Jangan Kira

Jangan kira hanya kau yang punya masalah
hingga kau tak mampu menyantap makanmu
Jangan kira hanya masalahmu yang paling berat
hingga kau tak mampu menopang tubuhmu berdiri
Jangan kira hanya kau yang merasa sedih
hingga kau tak mampu sunggingkan senyummu

Memang, apasih masalahmu?
hingga kau merasa orang paling hancur sedunia
alah, mungkin hanya masalah cinta, cinta dan cinta
ditolak? tak terbalas?
hanya masalah 1 perasaan saja,
kau tak mau makan, tak mau belajar
sunggingkan sedikit senyummu saja bahkan kau tak mau

Lupakan semua itu, lihat
lihat sekelilingmu, ada beribu masalah yang lebih besar
jauh lebih berat daripada masalahmu
lihat, beribu orang kelaparan di luar sana
lihat, beribu orang tidur kedinginan di luar sana
lihat, beribu orang tak punya tubuh yang lengkap
lihat, beribu orang tak bisa hidup bebas
dan mereka masih bisa tersenyum, tertawa dan ceria

lantas, masih mengira masalahmu paling berat?
Sabtu, 17 Mei 2014

Malam Ahad

hari ini sabtu malam, atau bisa dibilang malam minggu lah. Malam dimana banyak dinanti-nanti oleh pasangan. Tapi, kalau buat saya malam minggu tidak berbeda jauh dengan malam-malam sebelumnya. Malam minggu saya juga sama saja dengan malam minggu sebelum-sebelumnya.

Mungkin, buat beberapa orang kondisi ini membuat galau, sedih, gundah, haha. Tidak bisa dipungkiri, saya pun pernah merasakan hal itu, sering malah. Tapi ya saya selalu yakin, ada alasan kenapa Allah belum mempertemukan saya dengan jodoh saya saat ini. Bisa jadi saya harus fokus kuliah dulu, tugas kan banyak, nanti hubungan tidak berjalan mulus karena kesibukan saya. Bisa jadi terlalu cepat jika dipertemukan sekarang, saya masih terlalu muda menurut Allah. Bisa jadi tingkah laku saya yang belum pantas untuk dipertemukan dengan jodoh saya yang mungkin eh semoga sangat baik. Dan alasan yang satu ini yang selama ini bisa membuat saya bersyukur masih single dan yang selama ini menguatkan saya :').
Karena Allah menyayangi saya, dengan tidak membiarkan saya melakukan perbuatan yang dilarangnya. Karena Allah melindungi saya dari perbuatan maksiat. Karena Allah memberi waktu untuk mempersiapkan diri saya sebaiknya  Karena Allah mencintai saya dan keluarga saya :)

Karena Allah akan mempertemukan kami di saat yang tepat, suatu saat nanti, di tempat dan waktu terbaik dengan seseorang yang terbaik :).
Selasa, 11 Maret 2014

Puisi #6 -MENCINTAIMU-

Dibuat tahun 2010

MECINTAIMU

Kata orang
cinta itu adalah anugerah
dan mencintai seseorang
adalah anugerah terindah dalam hidup
Tapi, mencintaimu
adalah hal terburuk dalam hidupku
mencintaimu adalah hal terbodoh dalam hidupku
mencintaimu adalah hal yang menyakitkan bagiku
dan mencintaimu adalah cobaan terberat dalam hidupku
Namu tak dapat kupungkiri aku tetap mencintaimu

Kucoba tuk tepis semua bayangmu
dalam setiap detak jantungku
dalam setiap denyut nadiku
dalam setiap hembusan nafasku
tapi selalu ada kamu dalam jiwaku

Dan tak bisa kuelak
bahwa aku memang mencintaimu
walau dirimu tak pernah tahu itu

-endah-2010

Puisi #5 -AKU BUKAN SIAPA-SIAPA-

6 Mei 2009

AKU BUKAN SIAPA-SIAPA

Di dalam cermin itu
Ku lihat mataku
Ku tatap wajahku
Ku pandang ragaku
tapi tak kutemukan jiwaku

Dalam cermin itu
Ku belai rambutku
Ku raba rupaku
Ku peluk tubuhku
tapi tak kutemukan hatiku

Siapakah aku?
apakah aku hanya setetes air di gurun
yang kering terbakar mentari
hingga aku sebegitu tak berguna
Siapakah aku?
apakah aku hanya seorang manusia
yang tak punya hati dan jiwa
hingga aku tak lagi diperlukan

Siapa? Siapa aku?
Akukah setitik debu di kain hitam?
Akukah secuil garam di lautan?
Akukah sebutir kerikil di gunung batu?
Akukah sepetak lumut di hutan lebat?
Akukah? Akukah semua itu?
Akukah? Aku tak mau menjadi semua itu

Tapi
ku akui, kurelakan
kupasrahkan
bahwa semua itu adalah aku
karena
aku bukan siapa-siapa

-endah-2009

Puisi #4 -DIA-

Dibuat Senin 16 Maret 2009

DIA

Saat ku tatap matanya
jantungku bergetar
mengapa ada mata seindah itu

Saat ku tatap wajahnya
bulu kudukku berdiri
Mengapa ada wajah sebagus itu

Saat ku tatap dirinya
kesadaranku bak hilang
mengapa aku dapat melihat makhluk sepertinya
yang begitu mempesona di mataku


Aku senang dapat
Dapat melihatnya, mengamatinya
walaupun dari jauh
tapi hati kecilku yang paling dalam berkata
Mengapa aku hanya dapat melihatnya

Saat pertama kali mata ini melihatnya
ada getaran lain di hati
dan berbagai pertanyaan berkecamuk di hati
Apakah ini cinta?
apakah ini yang disebut cinta pada pandangan pertama?
Kalau ini cinta
"Mengapa aku hanya dapat melihatnya ?"

-endah-2009

Puisi #3 -KAU DAN MALAMKU-

Dibuat sewaktu kelas 2 SMP, puisi pertama yang berhasil tampil di majalah Dinas :)))


KAU DAN MALAMKU

Ku termenung dalam kesunyian malam
Ku tersudut dalam kegelapan malam
Ku tatap bulan yang muram
tertutup mendung yang hitam

Suara jangkrik dan kodok bersahutan
memecah keheningan malam
Angin malam berhembus sepoi-sepoi
menambah dinginnya malam yang menusuk jiwa ini

Malam itu..
Tak sesuram malam sekarang
Kau selalu bersamaku
Canda,tawa, ceria, kita
mengiringi jalannya malam

Tapi
Sekarang kau tlah pergi begitu saja
Bagai ditelan bumi
Meninggalkanku sendiri

Ku merindukanmu.. sangat rindu
ku ingin bertemu denganmu
tapi jurang pemisah diantara kita terlalu lebar

Lama ku termenung ku sadar
kita tak mungkin bertemu
Kau sudah disana
Sedagkanku
hdupku masih lma
pagi yang cerah menantiku di depan
Dan ku harus bisa
menjalani malam ini
tanpa dirimu..

-endah-2008 

Puisi #2 -AKU DAN DIA-

puisi ini dibuat sewaktu SMP, mungkin sekitar tahun 2008

AKU DAN DIA

Mungkin aku memang tak cantik
aku memang tak rupawan
aku memang tak elok
aku memang tak sempurna
seperti yang kau ingin

Aku dan dia
memang sangat berbeda
bak sebutir kerikil dan mutiara

Aku tahu, bagimu aku adalah kerikil
jelek, kusut, kasar
dan dia adalah sebutir mutiara
indah, berkilau, sempurna

Sakit rasanya hati ini
saat kau cerita tentang dirinya
yang begitu memesona
dimatamu..

Sakit.. sakit sekalii
hati ini..
saat kau bandingkan diriku dengan dirinya
yang memang tak sebanding

Tapi tolongg
hargai aku
sedikiitt saja
sebagai orang yang mencintaimu

walau diriku tak sempurna dimatamu
walau diriku tak memesona dihadapanmu
walau diriku tak berguba bagi hidupmu
walau diriku tak terkesan di hatimu
daann..
walau diriku tak pernah bisa mendapatkan cintamu

-endah-2008

Puisi #1

Puisi ini dibuat masih agak baru, semasa SMA mungkin... dibuat disaat bimbang menentukan pilihan



PILIHAN

Pilihan
Sebuah kata peuh arti
Pilihan
Sebuah kata sarat makna
Pilihan
Sebuah pilihan paling membingungkan
tapi memilih adalah hal yang harus dilakukan

Pilih makan atau minum
Pilih kaya atau ilmu
Pilih sahabat atau kekasih
Pilih waktu atau uang
Itu adalah sebuah pilihan

Hidup
Hidup inipun penuh piliihan

pilih jujur bisa hancur
pilih bohong nanti dosa
pilih baik tapi dijauhi teman
pilih menyeleweng tapi banyak teman

Itu pilihan
semua sulit
semua berat
dan semua berakibat

kadang pilihan baik membuat jatuh
dan pilihan buruk membuat naik

tapi yakinlah
pilihan-pilihan yang baik
pada akhirnyaa
akan berakibat baik pulaa

-endah- 2011-
Berdasar dorongan beberapa teman2, maka saya share beberapa puisi lawas saya, yang dibuat dimasa2 labil, beberapa tahun yang lalu....
Enjoy it, and don't be galau
Ada kalanya hal yang selalu menjadi penyemangat
hal yang selalu menjadi penghibur
hal yang selalu menjadi penggembira
menghancurkan kita sampai titik terbawah!
-sekian-
Kamis, 10 Oktober 2013

Curahan Hati tentang Kerinduan


Kerinduan pada ibu mungkin mencapai puncaknya pada hari ini, tidak hanya ibu, ayah juga..  Hampir sebulan aku tidak bertemu dengan mereka. Mungkin bagi anak-anak lain sebulan itu bukan apa2.. Tapi bagiku yang setiap seminggu sekali pasti bertemu, waktu sebulan itu cukup menyiksa..

Ya saat ini kedua orang tuaku tengah pergi untuk tujuan yang baik, melaksanakan perintah Allah SWT. Dan sudah sepantasnya aku mensyukuri hal tersebut. Apalagi kepergian sementara mereka saat ini, cukup menyadarkanku banyak hal. Betapa beharganya kehadiran mereka disisiku.

Dulu, sebagai anak kos, aku selalu pulang seminggu sekali. Selalu berjumpa dengan mereka setiap minggu. Hingga hal ini hanya menjadi sebuah rutinitas bagiku, tanpa memberikan sebuah makna pertemuan yang lebih. Padahal kepulanganku sangat ditunggu oleh ibu, ia selalu menyambutku dengan senyuman dan "Alhamdulillah, pulang juga kamu nak.. ". Tapi hal itu hanyalah sebuah sapaan biasa menurutku. Hingga pada saatnya kini aku merasakan betapa aku merindukan senyum dan sapaa itu ketika aku pulang. Betapa aku merindukan sosok ibu.

Memori semua tentang ibu seakan berputar malam ini. Aku ingat betapa nakalnya aku saat kecil dulu, Aku ingat pernah ngambek beberapa hari, Aku ingat betapa sebelnya aku dengan ibu, Aku ingat betapa aku kecewa dengan ibu dan aku ingat betapa aku marah dengan ibu. Yaa, ibuku memang tipe perfeksionis, sehingga hal sekecil apapun harus benar2 perfect. Melakukan kesalahan kecil kadang harus siap mendengarkan omelan ibu yang panjang. Dan jika jiwa ini sedang tidak bersahabat, maka tak segan ku jawab kata-katanya dengan kemarahan. Tak jarang terjadi perdebatan yang hebat di antara kami. Dan harus kuakui semua perkataan ibu memang benar. Tapi bukan maaf yang terucap dari bibirku, rasanya bibir ini lebih memilih diam daripada berucap maaf. Aku lebih memilih diam sampai keadaan kami membaik dengan sendirinya dan akhirnya kata maaf hanya berucap sekali dalam setahun.

Dan kini, ketika ibu sedang pergi aku mulai membayangkan beliau ketika tua nanti. Duluu sama sekali tidak terbersit dalam pikiranku untuk tetap tinggal di Jogja dan menemani kedua orangtuaku yang semakin menua. Tapi kini, hal itu selalu membayangiku setiap hari. Aku ingin kedua orang tuaku selalu bahagia dengan kehadiran anak2nya disampingnya menemani masa tua mereka. Aku ingin orang tuaku selalu sehat dan selalu bahagia....

Ketika raga tak bisa berjumpa, maka doa yang bisa terhantar
semoga ayah dan ibu selalu sehat, selalu dalam lindungan Allah
maafkan anak-anakmu ini...
kami tunggu kepulangan ayah dan ibu 3 minggu lagi...
semoga Allah memberikan umur panjang kepada kita



Jumat, 26 Juli 2013

Ramadhan



Ramadan has been running for more than 15 days. Ramadan this year coincides with the semester breaks, so I have a lot of spare time. But I didn’t use my spare time well. My Ramadan activities this year was not much different from the last years of Ramadan.  I didn’t do my best during this Ramadan. Much time I spent for sleep. I knew that this activity was wasting time.
Jumat, 08 Februari 2013

MAKING DECISION


jangan pernah lupa untuk melibatkan ALLAH dalam pengambilan keputusan


salah satu caranya dengan sholat istiqoroh. Supaya Allah memberikan petunjuk pilihan mana yang terbaik untuk kita...

berikut adalah bacaan sholat istiqoroh yang saya dapatkan dari web resmi nadhatul ulama

Rakaat pertama setelah membaca surat al-Fatihah memabaca surat al-Kafirun. Dan rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlas. Kemudian setelah salam membaca do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
 
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”


yakinlah petunjuk dari Allah pasti akan datang :)
Sabtu, 29 Desember 2012

AIR BERSIH UNTUK ANAK NEGERI



Indonesia merupakan negeri yang kaya raya. Keragaman sumber alam, budaya, bahasa, suku dan warisannya tersebar di seluruh kawasan Indonesia. Keragaman tersebut merupakan hal yang patut kita syukuri dan banggakan. Karena tidak semua Negara memiliki kekayaan yang sedemikian besarnya
Dengan kondisi Indonesia yang luar biasa ini tentunya Indonesia juga membutuhkan generasi-generasi penerus bangsa. Calon-calon penerus bangsa ini adalah semua anak Indonesia yang hidup dari Sabang sampai Merauke, baik lelaki maupun perempuan, baik yang hidup di desa ataupun di kota, baik yang kaya maupun yang miskin. Semua anak Indonesia adalah harapan negeri untuk Indonesia yang lebih baik.
            Sebagai generasi penerus bangsa anak-anak Indonesia harus mempunyai keahlian, cerdas, kemampuan kepemimpinan, berjiwa nasionalisme tinggi dan kesehatan prima. Namun bagaimana mereka dapat memenuhi kompetensi tersebut jika untuk mendapatkan air bersih saja masih sulit? Hal ini tentulah harus menjadi perhatian kita semua.
            Air merupakan kebutuhan utama dalam hidup. Tanpa air maka tidak akan ada kehidupan. Air dibutuhkan untuk mengisi cairan tubuh. Dalam waktu sehari kita harus meminum air minimal 1,5 liter. Selain untuk minum, air juga dibutuhkan untuk memasak membersihkan diri dan membersihkan segala macam keperluan hidup. Namun tidak sembarang air bisa digunakan untuk hidup. Air yang kotor jika dipakai untuk kehidupan seperti mandi, mencuci dan minum akan menimbulkan penyakit. Karena air kotor banyak mengandung bakteri-bakteri penyebab bibit menyakit. 

Minggu, 23 Desember 2012

Keinginan

Aku bersyukur 2 hari ini sudah berada di rumah. Coba kalau tidak,pasti setiap pagi setiap perjalanan ke kampus, selalu melihat sesuatu yang selalu ingin saya kunjungi, jelajahi dan taklukan. Apalagi kemarin, sesuatu itu terlihat semakin nyata. semakin jelas, ahh semakin kuat niatku untuk menaklukannya..

Merapi... ya gunung merapi. Sungguh keindahannya selalu memikat mataku . Dan selalu bisa membuat keinginan terpendam ku membuncah kembali. Naik gunung, ya itulah keinginanku sejak dulu. Entah sejak kapan aku mulai ingin naik gunung. sejak SD mungkin..

Dulu sewaktu SMA, disaat keinginanku mulai memuncak.Aku pun memutuskan untuk memilih ekstrakurikuler pecinta alam. Jujur saat itu aku sangat ingin dan bersemangat sekali untuk bergabung dengan Vachera(pecinta alam smada yk). Tentu hal itu ditentang oleh kedua orang tua saya, karena mereka pikir, resikonya terlalu besar.

Kata kakak pemandu, untuk ikut ini harus benar-benar diizinkan oleh orang tua, maka aku mencoba berdiskusi lagi dengan ayah, bahwa aku sudah terlanjur mendaftar, dan akhirnya ayah  mengijinkan. betapa senangnya hati saya, dengan bangga saya katakan besok sepulang sekolah saya mau rappeling untuk pertama kalinya. Yeayy!!

Dan ternyataa,  di sekolah aku di telpon oleh ayah atau ibu saya ya, aku lupa. Intinya mereka mengatakan aku tidak boleh mengikuti pecinta alam, resiko terlalu besar dan bla bla lain sebagainya. Maka pupuslah harapanku seketika. Aku ingat kata kakak pemandu, dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak jadi ikut pecinta alam. Sedih? tentuuu..

Dan kini ketika kuliah. Hampir setiap hari mata ini  disuguhkan dengan pemandangan merapi yang begitu indah, bagaimana aku tidak tergoda lagii... Ditambah tawaran teman untuk ikut ke PALAMEGA, grup pecinta alam di jurusan saya. Namun setelah dipikir-pikir, masih ada tanggung jawab di BEM,HMTI, tugas kuliah. Aku takut tidak bisa membagi waktu, keperluan pendaki yang belum juga aku miliki ditambah izin dari orang tua yang masih masih aku  ragukan. Maka aku memutuskan untuk tidak ikut...

Entah, kapan aku bisa menggapaimu wahai merapi... 



Sabtu, 22 Desember 2012

CLOSING BEM KMFT UGM

Kemarin adalah closing BEM KMFT untuk kepengurusan tahun 2012. Hari yang sangat berarti buat kami anak BEM dan tentu buat saya.

Mungkin baru beberapa bulan aku bergabung dengan kalian, namun sejuta petualangan sejuta kisah telah aku rasakan. sebagai staff Media Informasi Teknik, aku sudah merasakan bagaimana susahnya mencari isu, wawancara seseorang, keliling rektorat 3 lantaipun sudah aku lalui. Namun, semuanya menjadi indah dan sangat indah untuk dikenang.

Terima kasih kepada Mas Amin Kadep MIT yang telah menerimaku sebagai staffnya. Terima kasih telah mau menerimaku, walau aku memilih MIT sebagai pilihan ke dua, namun sekarang MIT adalah pilihan pertamaku. Terima kasih kepada Mbak Karin yang setia membimbingku untuk jadi Litbangers sejati.. hehe
Terima kasih kepada orang-orang yang sudah mau aku wawancarai beberapa bulan terakhir ini, pak satpam, ketua BEM , ketua HMTI, kadep persma, terima kasih kepada bapak2 rektorat yang membantuku. Terima kasih..